Analisis Peranan Guru Bimbingan Konseling dalam Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa

Posted by AllSoft Jumat, 13 Agustus 2010 0 komentar
BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pada masa globalisasi yang sedang berjalan saat ini, sangat dibutuhkan generasi-generasi yang mempunyai kemampuan tinggi di segala bidang baik Ekonomi, Teknik, Politik, Sosial, dan Iptek. Sehingga diharapkan lembaga-lembaga pendidikan baik yang dikelola Departemen Pendidikan Nasional maupun badan swasta harus membenahi perangkat, sarana dan prasarana pendidikannya, seperti pengadaan SDM dengan tenaga pengajar yang profesional serta mempunyai kompetensi dibidangnya masing-masing serta dibantu dengan peralatan yang mutakhir.
Pendidikan merupakan kegiatan universal dalam kehidupan manusia di manapun dia berada. Dan merupakan gejala yang umum dalam kehidupan masyarakat. Penyelenggaraan pendidikan di jabarkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional bab II pasal 3 yaitu bahwa :
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab)



Melalui proses belajar yang terencana dan terpola dengan benar akan dicapai tujuan pendidikan dalam bentuk terjadinya perubahan perilaku, intelektual, sosial, dan emosional pada diri siswa, terarah kepada hal yang lebih baik serta konstruktif. Bila tujuan akhir suatu pendidikan adalah pembentukan manusia Indonesia yang utuh, maka proses pendidikan harus dapat membantu siswa mencapai kematangan emosional dan sosial, juga sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat memiliki intelektual yang berkembang dengan matang maka proses pendidikan harus dapat membantu siswa mencapai kematangan emosional dan sosial, juga sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat memiliki intelektual yang berkembang dengan matang.

Namun demikian dalam kenyataan sesungguhnya dilapangan justru kesulitan dalam mencapai prestasi bagi siswa atau peserta didik tidak semudah diharapkan. Guru dalam melaksanakan kewajiban sehari-hari sering dihadapkan kepada siswa yang mempunyai berbagai masalah internal dan eksternal yang berkaitan dengan pelajaran maupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan keluarga siswa itu sendiri. Untuk menangani hal-hal seperi ini guru bidang studi tidak mungkin dapat menyelesaikan secara tuntas tanpa bantuan dari seorang guru bimbingan dan konseling.

Menjadi harapan semua pihak agar setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pada kenyataannya tidak semua siswa dapat mencapai hasil belajar sebagaimana yang diharapakan, hal ini disebabkan oleh faktor-faktor yang sangat mempengaruhi baik dalam diri siswa (Indogen) maupun dari luar diri siswa (Exogen), hal ini merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian khusus baik bagi sekolah maupun orang tua.

W.S Winkel berpendapat bahwa : “masalah adalah suatu yang menghambat, merintangi, atau mempersulit manusia dalam usahanya mencapai sesuatu”. )
Namun demikian pada dasarnya setiap siswa dapat dibantu dalam menghadapi masalahnya.
Sehubung dengan pernyataan diatas Moh. Surya berpendapat bahwa : “Tujuan pembinaan siswa adalah untuk memberikan layanan agar siswa memperoleh kesejahteraan lahir dan batin dalam proses pendidikan yang sedang ditempuhnya sehingga mencapai tujuannya”. )
Banyak para ahli telah melakukan penelitian atau survey kesulitan belajar, ternyata peran seorang pendidik dalam membantu mengatasi kesulitan siswa menjadi amat penting karena kesulitan belajar adalah salah satu faktor yang menghambat keberhasilan seorang siswa.
Oleh karena itu keberadaan guru bimbingan dan konseling sangat membantu tugas-tugas guru bidang studi dan siswa, karena guru bimbingan dan konseling yang professional lebih mengerti tentang tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pengajar maupun pemberi arah bagi siswa yang sangat membutuhkan.

Lembaga bimbingan dan konseling di sekolah merupakan usaha untuk membantu perkembangan individu (siswa) dalam rangka mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin untuk memperoleh manfaat sebesar-besarnya.

Layanan bimbingan di sekolah bertujuan memberikan bantuan kepada siswa melalui pendekatan pribadi oleh guru bimbingan dan konseling, di mana salah satu bantuan yang diharapakan adalah bimbingan dan konseling dalam meningkatkan prestasi belajar para siswa di sekolah.
Oleh karena itu penulis sangat tertantang untuk mengadakan penelitian mengenai Analisis Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Upaya Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar di Sekolah Menegah Atas (SMA) xxx Jakarta”.


B. Identifikasi Masalah
Dalam usia remaja yang di alami seperti pada siswa di sekolah biasanya dari cara berfikir dan berperilaku masih labil, di samping itu remaja dengan usia demikian menghadapi berbagai masalah dari dalam dirinya maupun dari lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan layanan bimbingan dan konseling dari guru bimbingan. Dari uraian diatas penulis dapat mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. Hambatan – hambatan yang dihadapi siswa dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa perlu segera mendapatkan pemecahan.
2. Kesulitan yang dihadapi guru bimbingan dan konseling dalam membantu pemecahan masalah siswa perlu dicari jalan keluarnya.
3. Pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam usaha meningkatkan kegiatan belajar siswa di sekolah perlu penjadualan yang khusus.
4. Faktor internal dan faktor eksternal merupakan faktor penyebab kesulitan belajar siswa.
5. Keberadaan dan kebutuhan guru bimbingan dan konseling di sekolah, harus mendapatkan perhatian yang sesuai.
6. Guru bimbingan dan konseling harus mampu berperan terutama dalam membantu mengatasi kesulitan dalam belajar siswa.


C. Pembatasan Masalah
Sesuai dengan identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi masalah agar di dalam pembahasan tidak meluas dan menjadi bias, masalah ini dibatasi pada Analisis Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Upaya Membantu Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) xxx Jakarta.


D. Perumusan Masalah
Berdasakan pembatasan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : “ Sejauhmana Peranan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Upaya Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) xxx Jakarta”


E. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang aspek pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam upaya pemecahan masalah yang dilakukan oleh pembimbing dalam melayani siswa, juga pemanfaatan dari pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam upaya membantu mengatasi masalah kesulitan belajar siswa.


F. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi :

1. Sekolah
Yaitu untuk memperbaiki sistem bimbingan dan konseling yang ada di sekolah tersebut agar membantu meningkatkan prestasi siswa.
2. Guru bimbingan dan konseling
Sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling guna meningkatkan kemampuan yang dimiliki.
3. Guru bidang studi
Agar bekerjasama dengan guru bidang studi lainnya, guru bimbingan dan konseling sehingga lebih kosentrasi dalam bidangnya.
4. Bagi siswa
Yaitu agar siswa lebih rajin belajar serta mempererat hubungannya dengan guru bimbingan dan konseling juga guru bidang studi untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
5. Bagi Kepala Sekolah
Yaitu dapat menjadi bahan pemikiran tentang pentingnya layanan bimbingan dan konseling terhadap siswa, baik yang bermasalah maupun tidak, juga dalam segi peningkatan kualitas tenaga bimbingan dan konseling di sekolah yang dibimbingnya.
6. Bagi penulis
Yaitu untuk melengkapi persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.

0 komentar:

Poskan Komentar